beritadunesia-logo

Nyadranan Makam Sewu

Upacara Nyadran yang dilakukan oleh masyarakat Wijirejo merupakan penghormatan para leluhur yang telah meninggal terutama kepada Panembahan Bodo dan mendoakan agar dosa-dosanya diampuni Tuhan, disamping itu agar yang ditinggalkan selalu mendapat keselamatan, murah rejeki dan sandang pangan. Panembahan Bodo adalah keturunan bangsawan Majapahit dan merupakan cicit Prabu Brawijaya V oleh masyarakat dianggap sebagai cikal bakal mereka sehingga sangat dihormati.

Upacara tersebut dilaksanakan di makam Sewu setelah tanggal 20 ruwah dan dilaksanakan sebanyak tiga kali, upacara pertama dilaksanakan pada hari Minggu Pahing dimulai pukul 20.30 WIB di Los makam Sewu, kedua pada hari Senin Pon pukul 08.00 WIB di dalam cungkup Panembahan Bodo, dan terakhir pada hari Senin Pon siang pukul 14.00 WIB yang merupakan puncak acara Sadranan.

Senin Pon ini dipilih sebagai puncak upacara karena merupakan hari wafatnya Panembahan Bodo. Peserta upacara bukan hanya diikuti oleh warga Wijirejo saja tetapi juga masyarakat luar Wijirejo bahkan dari luar kota. Pada upacara ini dimulai dengan mengumandangkan ayat-ayat suci Al Qur’an, tahlilan, kenduri, tabur bunga dan terakhir pemotongan tumpeng yang kemudian dibagikan kepada para pengunjung.

http://www.gudeg.net/